Cara Mudah Membedakan Antara Batik Tulis, Batik Cap, dan Juga Batik Print

Busana batik sudah lekat dengan budaya masyarakat Indonesia yang sudah sejak berabad abad lalu telah berkembang di masyarakat dan hingga kini menjadi salah satu textile yang diusahakan dan digunakan dalam berbusana sehari hari. Kalau sebelumnya batik hanya digunakan oleh masyarakat sebagai pakaian adat dan kemunculannya hanya dikenakan di saat ada upacara adat atau pernikahan saja, namun di zaman modern ini, busana batik bertransformasi menjadi busana sehari hari yang bisa dipakai untuk moment spesial atau juga untuk busana kerja dan sekolah.

Di pasaran dijual kain batik ataupun sudah menjadi busana batik baik untuk pria maupun wanita yang kesemuanya itu bisa digolongkan menjadi 3 jenis batik yang masing masing mempunyai ciri – ciri yang berbeda dan dijual dengan harga yang berbeda pula. Sebagai warga Indonesia yang suka pakai batik, maka sudah selayaknya kalau mengerti ciri ciri batik yang dikenakan :

  1. Batik tulis

Batik tulis merupakan batik yang pertama kali dibuat dan merupakan batik asli. Karenanya, batik sendiri berasal dari kata mbatik yang artinya adalah kegiatan membuat bentuk berupa titik titik dan garis ke atas permukaan kain. Batik tulis ini juga dibuat dengan teknik pengaplikasian cairan lilin cair panas dengan mempergunakan alat bernama canting yang gerakannya seperti menulis. Canting ini sendiri merupakan alat yang fungsinya menyerupai pulpen. Ciri ciri batik tulis adalah sebagai berikut :

  • Batik tulis dibuat satu lembar demi satu lembar dengan proses manual dengan tangan. Sehingga hasil jadinya adalah kain batik tulis yang motifnya selalu berbeda, tidak bisa sama antara satu kain dengan kain lainnya.
  • Karena dibuat secara handmade, maka motif yang dihasilkan tidak bisa sempurna.
  • Proses pembuatan batik tulis akan menghasilkan batik yang bolak balik.
  • Memiliki ukuran yang standar misalnya 2 x 1,25 meter persegi.
  • Ujung kain batik tulis biasanya terdapat tulisan inisial merek atau nama pembuatnya.
  • Harganya yang sangat mahal, karena proses pembuatannya yang lama.
  • Batik cap

Untuk membuat satu helai batik tulis, seorang pengrajin bisa memerlukan waktu berminggu minggu tergantung dari kerumitan motif batiknya. Padahal permintaan akan kain batik terus meningkat. Untuk mensiasati lama waktu proses pembuatan batik tulis, maka para pengrajin membuat batik cap sebagai solusinya.

Proses pembuatan Batik cap masih tetap menggunakan pakem membatik yaitu menggunakan lilin panas sebagai penghalau warna. Bedanya kalau batik tulis mempergunakan canting untuk menggambar pola diatas kain sedangkan batik cap mempergunakan alat cap atau stempel bermotif untuk pengaplikasian lilin keatas kain.

Untuk lebih jelasnya, silahkan perhatikan beberapa ciri ciri batik cap berikut ini :

  • Bentuk motifnya berupa bentuk geometris dan cenderung berulang, serta tidak memiliki banyak detail.
  • Batik cap hanya satu permukaan saja yang warnanya bagus karena pengecappan hanya pada satu sisi kain saja.
  • Harga batik cap ini bervariasi tergantung dari kualitas kain mori yang digunakan. Tentu saja harga batik cap lebih sangat murah dibanding dengan batik tulis, karena proses pembuatannya yang relatif singkat.
  • Penjualnnya adalah per lembar dengan ukuran standart kain potong misalnya 2,5 x 1,25 meter.
  • Batik Printing

Selain kedua jenis batik diatas, ada pula textile yang disebut dengan batik print yang motifnya sangat beragam, lebih detail motifnya dan warnanya bisa beragam. Batik itu disebut dengan textile batik printing. Para pakar budayawan tidak menyebut kain itu bernama batik karena proses pembuatannya tidak mempergunakan lilin panas lagi melainkan mempergunakan alat print sablon untuk membuat gambar diatas kain. Sehingga kain ini disebut dengan textile bergambar batik.

Namun orang awan tetap saja menyebutnya dengan batik karena minimnya pengetahuan. Meskipun demikian, textile batik printing ini sangat diminati oleh banyak orang karena ragam motifnya banyak, pilihan warnanya yang banyak serta harganya yang sangat terjangkau oleh masyarakat ekonomi bawah sekalipun. Harga yang bisa sangat murah ini dikarenakan proses pembuatannya yang sangat sederhana dan waktu pengerjaannya yang sangat cepat. Untuk bisa memahami ciri – ciri batik printing, maka perhatikan yang berikut ini :

  • Batik printing dibuat dengan motif yang sangat detail dan rapi, bahkan sangat rapi dengan kerumitan bentuk bentuk pola yang sangat kecil.
  • Warnanya cerah, bisa bertumpuk banyak warna dan sangat menarik.
  • Umumnya hanya satu bagian sisi kain saja yang bergambar batik.
  • Harganya sangat murah.
  • Textile batik printing dijual secara gulungan rol yang panjangnya bisa berpuluh meter. Namun jika membeli eceran di toko, maka penjual akan memotong kain batik sesuai permintaan.

Tinggalkan komentar