Mengapa Disebut dengan Batik CAP dan bagaimana sejarahnya

Batik memang budaya asli Indonesia yang tertuang dalam helaian kain yang begitu cantik dan kaya akan nilai seni luhur serta filosofi budaya. Dulunya batik hanya dibuat oleh dayang dayang istana kerajaan di tanah Jawa dan hanya boleh dipakai oleh Raja dan keluarganya saja. Namun di zaman modern ini semua orang bebas memakai batik baik dalam berbusana maupun dalm bentuk aksesoris.

Batik berasal dari bahasa Jawa mbatik yang artinya membuat titik titik diatas kain. Ya membatik adalah kegiatan membuat bentuk titik, garis, atau bentuk lainnya dengan mengaplikasian cairan lilin panas ke atas kain mori. Cara pengaplikasiannya adalah dengan alat mirip dengan pulpen secara fungsinya yang dalam bahasa jawa disebut dengan canting. Karena pembuatan pola dengan cairan lilin panas ini lebih mirip dengan kegiatan menulis, maka batik ini disebut dengan batik tulis.

Tentu saja untuk menghasilkan sehelai kain batik tulis dengan ukuran panjang 2 meter saja diperlukan waktu yang cukup lama. Durasi waktu tersebut akan menjadi lebih panjang kalau batik tulis yang dibuat semakin rumit motifnya dan beragam warna yang digunakan.

Padahal permintaan akan kain batik semakin meningkat dan jumlahnya semakin banyak. Untuk itu pengrajin batik mencoba trobosan dengan membuat alat cap atau stampel dari besi atau logam persegi empat berukuran besar. Pada alat cap itu sudah dibuat alur alur motif yang bagus bagus sehingga bisa mempercepat proses pengaplikasian lilin panas ke atas kain mori dalam pembuatan motif batik. Dengan cara membuat batik dengan alat cap ini, tentu saja proses pengerjaan sehelai kain batik bisa dipercepat dan bahkan menghilangkan beberapa proses yang digunakan dalam membuat batik tulis.

Meskipun menggunakan alat bantu cap, kain batik cap tetap diakui sebagai kain batik yang asli karena proses pembuatannya tetap memakai lilin panas sebagai pemisah warna. Proses pembuatan yang relatif lebih cepat ini tentu saja sangat membantu pengrajin untuk bisa menghasilkan kain batik dalam jumlah yang lebih banyak dalam waktu yang lebih singkat pula. Untuk harganya, kain batik cap ini dibanderol lebih murah sehingga lebih banyak masyarakat yang bisa membelinya.

Hal itu merupakan revolusi industri dalam pembatikan di Indonesia. Meskipun demikian tetap ada pasar tersendiri dengan peminat batik yang hanya mau membeli batik tulis walaupun harganya mahal dan kalau memesannya harus rela menunggu lama. Kemudian ada juga peminat peminat batik cap yang menginginkan kain batik dengan harga yang lebih terjangkau dan tetap mendapatkan kain batik yang penuh dengan nilai budaya serta keunikan khas Indonesia.

Tinggalkan komentar